Tips Sanggup Lari jauh

Hai sobat, salam sehat mitravisi! Kamu yang suka olahraga atau yang mau memulai hidup sehat pasti gabakal deh bisa mengelak dari kegiatan olahraga yang satu ini, yaiu lari (running) atau jogging. Selain mudah dilakukan karena gak butuh banyak peralatan, olahraga ini juga terbilang asyik, makanya banyak yang suka. Lari (running) atau jogging, ya mirip-mirip gitulah, cuman for your info aja kalo dalam pengerjaannya sebenarnya sih kalo istilah jogging itu cenderung ke lari kecil atau lambat, sedangkan lari biasanya cenderung lebih cepat. Gitu biasa kami pecinta olahraga membedakan dua kata ini.

Nah buat kamu yang baca artikel ini, pastinya adalah kamu yang memang suka dan udah sering melakukan atau yang mulai membiasakan olahraga ini tho? Dan pastinya kamu juga punya tujuan dari olahraga yang kamu lakukan ini kan? Ya minimalnya biar badan sehat, pingin ngurusin badan (diet sehat), buat daftar sekolah kedinasan atau kerja di pemerintahan, atau bahkan mungkin yang pingin jadi atlet lari hehe. Karena author juga pernah ngalamin masa itu dan akhirnya sekarang malah jadi suka lari, lari dari kenyataan yang pahit wkwk. Maka dari itu di artikel ini author pengen sedikit berbagi tips supaya kekuatan sobat dalam lari ini meningkat dengan efektif selain sering dilakukan juga pastinya. Begini nih beberapa hal yang perlu diperhatikan

1. Jadwal Rutin
Hal yang paling penting dari segala proses dalam mencapai tujuan adalah adanya kontinuitas atau kebiasaan. Tak terkecuali saat sedang membiasakan untuk olahraga berlari, jadwalkan secara rutin olahraga ini minimal 3 kali seminggu dengan estimasi durasi waktu 30 sampai 50 menit, untuk pemula bisa dengan jogging diselingi jalan, dan terus meningkat sampai jogging full hingga lari full. Tidak perlu berpatokan pada berapa jarak dulu, yang terpenting kita rutin dan konsisten melakukannya pasti aka nada peningkatan.

2. Irama atau Ritme
Maksud ritme atau irama disini adalah seperti langkah kaki, ayunan tangan, posisi tubuh, posisi kepala, sampai pola pengambilan nafas. Setiap orang memiliki postur dan kemampuan tubuh yang berbeda , maka anatomi tubuh pun akan brbeda dalam setiap gerakannya.

Maka caritahulah gerakan yang menurutmu paling efektif dan nyaman dilakukan oleh tubuhmu, sebagai contoh seperti seseorang yang tinggi dan berkaki panjang salah satu efektifitas larinya adalah dengan mengandalkan langkah kaki agak lebar dan gerak yang tidak perlu terlalu tergesa-gesa, lalu sebaliknya untuk seseorang berkaki cenderung pendek biasanya akan lebih ringan melangkah jadi akan lebih banyak langkah dan mengandalkan speed. Sedangkan untuk gerak anggota tubuh lainnya bisa menyesuaikan posisi ternyaman, dalam proses aktifitas yang rutin biasanya akan kamu temukan sendiri.

Dan yang tak kalah penting adalah pola pengambilan nafas, karena ini juga akan sangat mempngaruhi ketahanan paru-paru ketika melakukan aktifitas yang sangat melelahkan tersebut. Karena semakin efektif pola pernafasan ketika lari akan semakin menghindarkan kita dari kehabisan nafas saat berlari.
Pola pengambilan nafas yang baik saat berolahraga adalah dari hidung dan hindari nafas dari mulut, meski selelah apapun kondisi tubuh usahakan selalu biasakan nafas dari hidung agar terbiasa dan bisa bertahan lama dalam posisi tersebut. Karena pernafasan dari hidung akan lebih sedikit agar menjaga kita dari kehabisan nafas.
Untuk ritme atau irama pngambilan nafas bisa kamu gunakan 1 : 1/3, maksudnya adalah 1 kali tarikan nafas agak dalam dari hidung, dikeluarkan dengan 3 kali pembagian secara agak cepat namun sedikit-sedikit lewat hidung pula, dan ritme saat mengeluarkan nafas tersbut bisa dibarengkan dengan hentakan langkah kaki. Ketika nafas mulai habis dan benar-benar sudah mulai terengah-engah jangan langsung berhenti, maksimalkan lagi dengan cara :

  • Sesekali tarik nafas yang dalam dari hidung hingga paru-paru terasa terbuka
  • Pengeluaran nafas diganti dari mulut dan untuk selanjutnya jika masih juga kurang bisa dengan penarikan nafas dari mulut pula, dengan catatan tetap dengan ritme atau irama yang sama dan dalam kondisi yang sudah maksimal

Trik tersebut akan bisa sedikit menambah jarak lari kamu di akhir sebelum berhenti.

3. Relakstifitas
Setelah kamu sudah mulai menemkan ritme dan irama gerakan dan pengambilan nafas saat lari, kiat berikutnya adalah biasakan untuk relaks atau tenang dan nyamankan tubuh dan pikiran sebisa mungkin saatberlari. Jangan memikirkan apapun, nikmati saja lajumu, tapi jangan juga kamu terlalu mmikirkan gerkan dan pola nafasmu karena seharusnya pada tahap ini kamu sudah terbiasa dan hafal.
Semakin relaks kamu saat berlari maka semakin lama pula stamina tubuhmu bisa bertahan sehingga menambah lama kempuanmu berlari dan semakin jauh jarak lari yang bisa kamu tempuh.

4. Gunakan Gadget dan Software Penunjang
Agar lebih menambah semangatmu kamu bisa menggunakan aksesoris dan gadget penunjang ataupun aplikasi yang sekarang ini sudah banyak. Kamu bisa gunakan smartphne maupun smartwatch dan lain sebagainya untuk menemani olahragamu dengan mendengarkan musik dan memasanginya aplikasi-aplikasi pengukur jarak larimu, maupun bergabung dengan jejaring social sesama pelari di aplikasi.

5. Ikuti Event
Partisipasimu dalam event-event olahraga terutama olahraga lari akan meningkatkan semangat dan kesukaanmu pada olahraga ini. Jadi bagi kalian yang akhirnya mulai suka dengan lari ikuti saja event yang ada di kotamu, disana juga kamu akan mendapat banyak pengalaman dan bertemu relasi baru yang sama-sama suka olahraga lari.

Itu tadi beberapa hal yang perlu kamu coba lakukan buat meningkatkan kemampuan olahraga berlarimu. Jangan lupa pemanasan sebelum melakukan olahraga apapun ya. Semoga bermanfaat, dan tetap semangat!.

me? i think, iam a human.

%d bloggers like this: