Contek 12 Tips Membuat Cerpen yang Menarik

Halo gaes, lama gak ketemu dengan tulisan saya, semoga gak pernah bosen membaca XD

Kali ini saya akan membahas salah satu hiburan favorit bagi mereka penyuka sastra. Salam literasi hehe 🙂 Kalau kalian suka membaca cerita, novel, puisi, atau cerpen misalnya, kalian pasti sempat berpikiran “Kenapa gak ada cerita yang seperti ini, seperti b endingnya, atau seperti c yang begitu?” Daripada kalian kecewa karena baper sendiri, coba kalian tulis cerita yang kalian mau. Hitung-hitung sebagai ungkapan cinta kalian terhadap sastra 🙂

Pramoedya Ananta Toer saja pernah bilang;

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

 

Nah, mulai termotivasi lagi untuk menulis? baiklah, Pertama-tama yuk kenalan dulu sama siapa sih cerpen itu?

Cerpen adalah cerita singkat berupa prosa naratif fiktif yang terdiri dari 1 kejadian saja di mana tidak merubah kehidupan tokoh secara drastis dan berfokus pada 1 tokoh saja.

Ciri-ciri cerpen :

  1. Cerita pendek tidak lebih dari 10.000 kata
  2. Terdiri dari kejadian tunggal dan unik, 1 pokok permasalahan
  3. Isi harus padat, dialog secukupnya dan seperlunya saja
  4. Cerita harus logis dan masuk akal, walaupun bertema fantasi, sebab dan akibatnya harus logis.
  5. Cerpen harus menimbulkan kesan yang selesai, tidak boleh menggantung. Meskipun pada kenyataannya memang ada cerpen yang dibuat menggantung.

Unsur-Unsur Ekstrinsik Cerpen

  1. Latar Belakang Masyarakat
    Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri
  2. Latar Belakang Pengarang
    Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.
  3. Biografi
    Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.
  4. Kondisi Psikologis
    Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
  5. Aliran Sastra
    Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

Unsur-Unsur Intrinsik dalam Cerpen :

1. Tema

Tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita di mana penulis menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya.

2. Alur atau Plot

Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa.

3. Penokohan

Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut.

4.Latar atau Setting

latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan tema dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas.

5. Sudut Pandang Tokoh atau Point Of View

Merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh dalam cerita

 

Struktur Cerpen

1. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.

2. Orientasi
Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.

3. Komplikasi
Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan

4. Evaluasi
Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.

5. Resolusi
Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.

6. Koda

Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.

 

Gimana, sudah tidak asing lagi dengan cerpen bukan? Oke, saatnya kita belajar membuat cerpen yang baik dengan 12 tips yang akan saya bagikan sekarang;

1. Tentukan Tema Cerpen

Tema itu seperti ruhnya dalam sebuah tulisan. Agar tulisan semakin terarah dan tidak bertele-tele.
Tema mengenai percintaan, persahabatan, pengkhianatan, patah hati, kehidupan sehari-hari? Itu tergantung Anda.

2. Tentukan Tokoh dan Karakter dalam Cerpen

Beri nama tokoh yang berkesan dan relevan dengan cerita. Misal orang jawa ya pakai nama orang juga jangan bule.
Selain itu, pikirkan pula watak antar tokoh tersebut. Jangan sampai membuat watak antartokoh itu terlihat sama, karena hal tersebut merupakan kesalahan fatal. Kalau watak antar tokoh terlihat sama, justru cerita tersebut terlihat membosankan.


3. Tentukan Alur dalam Cerpen

Alur manakah yang terbaik? Tentu saja tidak ada jawaban yang tepat. Setiap alur mempunyai kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Dan alangkah baiknya dalam cerpen hanya terdiri 1 alur.

4. Tentukan Sudut Pandang Cerpen

Memilih sudut pandang dalam cerita itu penting banget dalam cara menulis cerpen. Setidaknya, ada 4 jenis sudut pandang dalam cerita, yaitu;

  • Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Tokoh Utama. Sudut pandang yang menggunakan kata ganti “aku, saya, gue, dll”
  • Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Tokoh Sampingan. Sudut pandang ini seperti menceritakan tokoh utama. Kadang ada yang menyebutnya sudut pandang orang kedua sebagai tokoh utama dan biasa menggunakan kata ganti “kamu, anda, lo, dll”
  • Sudut Pandang Orang Ketiga yang Serba Tahu.
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lebih baik yang mana? Selanjutnya, tergantung bagaimana Anda mengembangkan cerita dengan sudut pandang yang menarik dan tentu saja harus logis. Misalnya sudut pandang orang pertama pelaku utama yang tahu kondisi si B padahal ia tidak ada di tempat kejadian, itu tidak masuk akal. Harus diperhitungkan baik-baik seperti dia tahu akan hal itu lewat si C.

5. Tentukan Latar Cerpen

Berikan deskripsi singkat mengenai latar cerita agar cerita tersebut tampak hidup. Di sini lah kesempatan penulis membangun suasana dengan sebaik-baiknya. Buatlah paparan kejadiannya bukan menceritakan secara gamblang. Karena di situlah nilai estetika dari cerita itu sendiri.

6. Buatlah Paragraf Pertama yang Menarik

Paragraf pertama yang menarik, akan membuat si pembaca akan terus membaca cerita sampai akhir.

Ada beberapa cara sih membuat paragraf pertama yang menarik. Namun, cara membuat pembukaan cerpen yang menarik biasanya menggunakan deskripsi kejadian yang mampu membuat si pembaca bertanya-tanya. Sehingga pembaca terus membaca karena telah penasaran.

Oh ya, ada juga membuat paragraf pertama dengan memulai aksi/konflik. Misal, dari awal cerita sudah diceritakan kalau si cewek melihat pacarnya yang sudah dipacari nya tiga tahun lebih, selingkuh di depan matanya. Ternyata, cowoknya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Begitu sakit hati si cewek melihat kebenaran tersebut.


7. Buatlah Klimaks yang Memikat

Buatlah klimaks mampu menghipnotis pembaca untuk ikut berpikir, bertanya-tanya, dan ingin menyelesaikan cerita. Jadi pembaca tidak akan bosan dan terus melanjutkan membaca. 


8. Buatlah Akhir Cerita yang berkesan

Buat ending yang tidak mudah ditebak, bahkan ada yang bilang kategori cerita yang baik adalah cerita di mana pembaca akan mendukung tokoh utama itu sendiri. Pembaca akan berpihak kepada tokoh utama, di situlah cerita sudah meracuni pembaca. Misalkan saja tokoh utamanya adalah seorang pencuri yang hampir ketahuan dan muncul rasa simpati pembaca untuk mendukung tokoh utama agar lolos dari serangan warga. Dan jangan ada kejutan lain/twist di mana cerita itu sudah mau selesai, terlebih di paragraf terakhir.

9. Buatlah Pesan dari Cerita

Pesan merupakan batang cerita. Jika pesan yang disampaikan bagus, dan si pembaca menangkap pesan Anda, akan meningkatkan kualitas dari cerita Anda. Dan juga, pesan tersebut mampu meningkatkan kesan pembaca mengenai cerita Anda. Itu akan membuat pembaca ketagihan untuk menantikan cerita lain dari penulis.

10. Lakukan Editing

Ada orang yang bilang editor adalah dewa. Mengapa? Karena ia membuat cerita itu tampak menarik dengan hasil editingnya. Bayangkan kalau seorang pembaca melihat typo di dalam cerita? Ia pasti berpikir, cerita semacam ini bisa lulus dan dibukukan?! Orang bisa memandang sebelah mata. Juga EYD dalam cerita juga harus diperhatikan. Kesalahan letak tanda koma saja sudah mampu menunjukkan kesalahan dalam cerita.

Ada kali beberapa kalimat yang harus dipotong. Atau ada kali EYD yang berantakan. Atau ada kali typo sana sini. Inilah gunanya editing. Namun, untuk melakukan editing, pertama diamkan saja dulu naskah Anda. Jangan memikirkan naskah Anda sedikitpun. Biarkan demikian sampai beberapa hari, biasanya 3 hari sih. Lalu baca kembali naskah Anda.

11. Tentukan judul yang menarik

Yang pasti membuat si pembaca itu bertanya-tanya dan tertarik untuk membacanya.

Seperti buku : “Jangan Dibaca”

Ada pun tipsnya seperti berikut :

  1. Menggabungkan dua kata atau lebih menjadi satu hingga terbentuk kata baru yang unik dan membuat penasaran.
    Contoh: #Belanglicious (belang+delicious), QueryPita (Querido+Puspitasari), Kintaholic (Kinta+holic).
    Judul-judulnya acak saja. Contoh:  BELMUTU (BELajar MencUri kUTU), Matalidi (MATi, Aku LIhat DIa).

    B. Cara lainnya adalah plesetkan sesuatu yang ngetop menjadi judul yang oke. Contoh buku “Maryam Mah Kapok” yang merupakan buku plesetan Maryamah Karpov

    C. Memilih kata kunci untuk karyamu, bisa pakai bahasa asing. Kadang kalau terdengar eksotis, malah bikin penasaran. Misal karya Andrea Hirata : Edensor

    D. Tip berikutnya, judul yang menarik perhatian bisa juga diciptakan dari memadukan beberapa hal secara acak.
    Contoh judul seperti ini: “Persamaan Antara Hantu dan Sepatu”, “Kaki Kaca Berbalut Sutra”.

    E. Dan cara lainnya dalam mencari judul yang catchy: ubah frasa/kalimat klise menjadi hal berbeda.
    Contoh: ada gula ada semut, diganti dengan Ada Gula, Ada Jeruk Purut.

    F. Latihan menulis judul: beri twist pada frasa/ungkapan/peribahasa agar terasa segar dan bikin penasaran.
    Bisa juga mengubah Cinderella (cinder–abu) jadi Silverella.

12. Teruslah Menulis

Sangat jarang orang berhasil pada satu kali percobaan. Cobalah mengikuti berbagai macam perlombaan menulis cerpen, nantinya akan mengasah bakatmu juga. Kalau pun tidak terpilih itu justru kesempatan emas untuk membukukan karyamu sebagai antologi sendiri 😊 salah satunya ikutkan pada kompetisi MUNSI (Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia), DKJ (Dewan Kesenian Jakarta), Ubud Writers and Readers Festival, dan masih banyak lagi.

 

 

Author | PJ Event Jejak Publisher | Mobile Programming

ig @rnrramadhani follow ya ^^

%d bloggers like this: